Waspadai TOXIC RELATIONSHIP dengan Pasanganmu

admin 03/05/2015 0
2
2

3
2
1

Waspadai TOXIC RELATIONSHIP dengan Pasanganmu

Smart Emotion Radiotalk, 30 April 2015 (Bp Anthony Dio Martin)

Pernah nggak sih Anda menyaksikan hubungan antara pasangan yang sepertinya sudah mengarah untuk saling menjatuhkan, saling menjelekkan, bahkan saling memusuhi. Nah, yang seringkali terjadi korbannya bukanlah pasangannya itu sendiri, tapi korbannya adalah keluarga bahkan anak-anak mereka. Kali ini secara khusus kita akan membahas soal Topik “Toxic Relationship” atau Hubungan yang beracun. Dalam Toxic Relationship ini permasalahan bukan hanya pada hal yang biasa, tetapi sudah menjurus ke hal destruktif (saling menghancurkan). Biasa Toxic Relationship ini jadi awal malapetaka yang berujung pada perpisahan bahkan perceraian.

Toxic Relationship: Hubungan yang sudah tidak sehat, karena hubungan yang sehat adalah 2 hati yang menjadi 1 dengan tujuan untuk saling menguatkan dan saling membahagiakan. Kalau kemudian yang terjadi hanyalah menghancurkan, menjatuhkan dan tidak makin berkembang, dan rasa sakit berkepanjangan, itulah saatnya kita mulai merefleksikan mengenai hubungan itu.

Contoh Kasus Toxic Relationship:

Hidup segan mati tak mau

  1. Ketika Liburan Tahun Baru, Suami Istri membawa anak kesayangannya masing-masing untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Menurut si Istri, saat suami pulang kampung, si Suami menjelek-jelekan dirinya didepan keluarga dan teman-teman sebagai wanita karir yang tidak mempedulikan anak-anak dan keluarga, sampai suatu ketika Anak Bungsu masuk Rumah Sakit karena keracunan makanan, Issue ini menjadi besar, Istri dianggap penyebabnya dan dipersalahkan juga oleh keluarga besar suaminya. Suami mulai menjatuhkan, dan mempunyai rasa kesenangan ketika melihat pasangan hancur.

2.      Ada seorang Ibu 3 anak, yang rela meninggalkan mimpi dan karirnya untuk mengurus keluarga. Ketika bisnis suaminya rontok, si suami bilang “Dibalik Pria yang sukses ada Wanita yang Hebat, tetapi di balik aku yang gagal ada seorang wanita yang GOBLOK!!” jadi Sang Suami menganggap bahwa kegagalannya disebabkan oleh Istrinya.

Bayangkanlah perasaan dan kondisi hati kita jika kita hidup terus menerus bersama orang yang bersikap seperti itu?? Hidup segan mati tak mau, dipertahankan percuma di pisahkan juga percuma. Tetapi setiap keluarga pasti mempunyai tantangan sendiri-sendiri, seperti pepatah India yang berbunyi: “Setiap keluarga ada Ayat susah yang harus mereka hafalkan.” Artinya adalah dibalik keluarga harmonis yang sering kita lihat, pasti ada struggle-nya. Bagaimana kita menyikapi tantangan itu secara bijaksana, dan cerdas emosi sehingga dibalik kesulitan itu kita tetap bisa menjalaninya, jauh lebih banyak rasa bahagia dan senang dibalik kesulitan yang dihadapi.

 

Kenali Ciri-ciri Toxic Relationship:

  1. 1.      Ketika mulai saling menyerang

Bentuk pelampiasan dari ketidaksenangan yang mungkin bertumpuk-tumpuk dan akhirnya menyerang dan menjadikan pasangan sebagai sasaran / samsak emosi.

Contoh cerita: Seorang Ibu yang bernama Rekha Kumar, benci dengan suaminya karena bisnisnya sukses dan berhasil, ia menyalahkan suaminya terus menerus, sehingga ketika suaminya pergi, ia melampiaskan emosinya untuk kedua putrinya umur 6 tahun dan 16 tahun ditikam mati. (Suaminya sukses, kenapa ya dia benci….? – EW)

  1. 2.      Ngomong Salah, Gak ngomong juga salah

Dalam hubungan, kita harus extra hati-hati dengan apa yang kita ungkapkan. Salah ngomong sedikit, bisa menimbulkan persepsi yang berbeda.

Contoh cerita:

“Sayang, kenapa sih kamu gak pernah ngomong I Love You sama aku?”

Beberapa hari kemudian, suami bilang “Darling, I Love You…”

Istri lalu bilang “Kamu pasti ada orang lain yah??!!?!”

*tepokjidat* Cape deehhh….

  1. 3.      Tidak ada lagi Pujian dan Dukungan yang ada hanyalah celaan dan penghinaan.

Dalam hubungan ini lebih banyak “Energy Taker” dan kemudian sebagai orang-orang terdekatnya yang didengar hanyalah keluhan, tangisan yang lama-lama mendengarkan mereka energy kita tersedot. Makanya sering disebut “Energy Taker” bukan “Energy Giver”.

  1. 4.    Ketika pasangan Anda mulai menjauhkan Anda dari Mimpi dan Aktualisasi diri.

Sebelum menikah orang ini aktif dalam berbagai kegiatan, memilik talenta dan bakat yang luar biasa. Tetapi setelah menikah, orang ini menajdi tidak teraktualisasikan, tidak happy karena dilarang pasangan dan terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan.

  1. 5.      Pasangan mulai melakukan tindakan yang berlebihan, tapi cenderung negative

“Istri yang cemburu bisa lebih hebat dari detektif hebat manapun.” Curiga berlebihan dan mulai mengungkit-ungkit masa lalu.

Contoh cerita: ada seorang suami yang menikahi Istri yang pernah gagal dipernikahan yang pertama, ketika si istri melakukan kesalahan suami selalu bilang “Kamu tuh harusnya bersyukur aku mau menikahimu!” suami selalu ungkit masa lalu istri yang tidak ada hubungannya dengan masalah yang mereka hadapi.

  1. 6.      Pasangan menjadi cuek, masa bodo, dan tidak ada lagi penghargaan atas diri kita.
  2. 7.  Pasangan mulai membawa masalah rumah tangga dimuka umum, keluarga dan social media.

 

Kenali 5 BAHASA CINTA Pasanganmu:

1. Words of Affirmation.

Perkataan sangat penting bagi kamu yang punya bahasa cinta ini. Kata-kata pujian atau ucapan “I love you” akan membuat anda terbang ke langit ketujuh. Sebaliknya, kritik atau kata-kata yang pedas akan membuat pasanganmu merasa tersakiti.

 

2. Quality time.

Orang yang bahasa cintanya quality time, tidak ada yang lebih penting selain perhatian yang sepenuhnya. Ingat, quality bukan quantity ya. Tidak ada yang lebih berharga selain melewatkan waktu mendiskusikan hal-hal penting. Gangguan seperti pasangan tidak mendengarkan saat kamu bercerita, sibuk menerima telepon atau chatting di HP saat bersama kamu akan membuat kamu merasa di nomor dua-kan. Merasa tidak dicintai.

 

3. Receiving gifts.

Menerima hadiah, bukan berarti ‘matre’ ya. Anda yang berbicara dengan bahasa cinta ini, sangat menghargai atau melihat ada cinta yang besar dibalik sebuah pemberian. Kamu sangat menghargai usaha si pemberi hadiah. Kamu akan merasa dimengerti, diperhatikan, dan dihargai lebih dari segala pengorbanan yang diusahakan oleh si pemberi untuk memberikan hadiah tersebut kepada kamu.

 

4. Acts of Service.

Uluran tangan pasangan adalah hal yang menyentuh hati kamu. Akibatnya, apabila pasangan kamu menolak atau tidak melakukan janjinya untuk membantu kamu, kamu akan merasa perasaan kamu tidak dihargai.

 

5. Physical Touch.

Orang dengan bahasa cinta ini merasa sangat disayang kalau tangannya digandeng, bahunya ditepuk, dipeluk atau rambutnya dibelai. Orang dengan bahasa cinta ini merasakan keintiman, perasaan disayang dan dilindungi bila mendapatkan sentuhan.

 

Untuk menghindari Toxic Relationship:

  1. Padamkan ‘api’ sebelum menjadi besar. Ambil waktu untuk bicara, berikan persepsi masing-masing, dan buat solusinya.
  2. Tetap fokus pada masalah bukan pada orangnya.
  3. Tetapkan hati untuk melihat perubahan. Jangan pernah menyerah untuk melakukan perubahan yang baik dalam sebuah hubungan walaupun butuh waktu yang lama. Ketika kamu merubah caramu merespon, bisa jadi pasanganmu merubah respon dia kepadamu.
  4. Butuh Timed Out. Ketika kita sudah merasa Jenuh luar biasa, ada baiknya ambil waktu sendiri, pulang kerumah orang tua, setelah cooling down baru diselesaikan lagi.
  5. Jangan mudah berkata “PISAH/CERAI”.

 

Leave A Response »