Memiliki Tapi Tidak Memiliki

admin 20/08/2016 0
Memiliki Tapi Tidak Memiliki
1
0

0
0
0

Punya Sama Dengan Tidak Punya

Oleh: Eka Wartana

Secara matematis, persamaan itu salah. Mana mungkin punya sama dengan tidak punya! Tapi dalam filosofi kehidupan hal itu seringkali menjadi “benar”…….

Yuk kita lihat contoh contohnya…..

Setiap kali bapak mertua saya dibelikan baju baru, selalu disimpannya. “Sayang untuk dipakai”, katanya. Dibelikan jam tangan, sama saja nasibnya ‘bersembunyi’ di lemarinya. Cukup lama sikap beliau tidak berubah. Akhirnya saya katakan kepada beliau, bahwa kalau kita punya sesuatu tapi tidak pernah memakainya, sama saja dengan tidak mempunyainya. Sejak saat itu beliau baru mau memakai barang baru yang diberikan kepadanya. (Saya bisa ngomong gitu, tapi saya sendiri masih suka memakai kaos lama yang sudah berlubang ….. soalnya kaos lama itu enak makainya…. he he he).

Pernah saya mempunyai safety shoes yang bagus. Karena jarang terpakai, sepatu itu hanya bertengger di lemari. Nah, ketika suatu saat saya ingin memakainya, waduh…… sol nya sudah hancur lebur. Saya mempunyainya tapi ternyata sama dengan tidak memilikinya. Kenapa tidak diberikan saja kepada orang lain yang bisa memanfaatkannya? Toh, akhirnya buat kitapun tidak berguna, karena sudah hancur…….Pilihan lain: ya, dipakai saja.

Barang yang disimpan lama, seringkali terlupakan. Ada lagi barang yang sampai karatan karena tersimpan terlalu lama. Akhirnya, setelah tidak bisa dipakai lagi, baru dibuang. Alangkah indahnya kalau barang itu disedekahkan kepada orang lain yang memerlukannya……

Bagaimana dengan ilmu? Ketika meninggal, ilmu tidak dibawa ke akhirat. Ilmu yang tidak dimanfaatkan dan dibagikan untuk orang lain, semuanya akan sia sia. Di Akhirat tidak ada lagi kegiatan menuntut ilmu, karena ilmu tidak salah, kata Cak Lontong. (kenapa mesti dituntut…..?).

Banyak orang yang tidak mau berbagi ilmu karena takut kalah ‘kesaktian’nya. Kalau perang memang mencari kemenangan sendiri. Tapi berbagi ilmu itu mencari kemenangan bersama. Berbagi ilmu kiranya tidak membuat diri kita menjadi bodoh. Tapi tidak berbagi ilmu sama dengan membodohi diri sendiri….. Begitukah?

Ilmu yang disimpan terus akan basi, tergilas perubahan zaman. Ilmu yang dialirkan ibarat mengairi sawah sawah kehidupan, yang membawa orang lain ke masa depan yang lebih baik. Sayangnya, ego manusia membutakan mata hatinya…….maunya pintar sendiri.

Orang seringkali melihat rumput tetangga lebih hijau dari rumput dihalaman sendiri. Anehnya, tetanggapun berkomentar yang sama! Jadi, sebenarnya mana yang lebih hijau….? Miliknya seringkali didevaluasi sendiri secara tidak sadar. Akhirnya, miliknya seakan telah hilang…..hilang bersama rasa syukurnya.

Memiliki – Rasa Syukur – Manfaat= Tidak memiliki…..  

Jadi, ketika kita memiliki sesuatu, ayo kita manfaatkan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Kalau tidak begitu, bisa jadi kita memiliki tapi tidak memiliki…… Ironis sekali, ya?

“Memiliki sesuatu tapi tidak pernah dimanfaatkan, sama dengan tidak pernah memilikinya” (MindWeb Way)

 

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Penemu MindWeb Way of Thinking, Berpikir Tanpa Mikir.

Penulis buku MindWebA New Way of Thinking (versi Indonesia & Inggeris), buku Berpikir Tanpa MikirA Thinking Breakthrough.

www.mindwebway.com

 

 

 

 

 

 

Leave A Response »