INGIN HAMIL (Bag. 3)

admin 09/09/2017 0
INGIN HAMIL (Bag. 3)
1
0

0
0
0

INGIN HAMIL (Bag. 3)

Oleh: Eka Wartana

 9. Kekuatan Doa

10. Kekuatan Visualisasi

11. Kisah Penemuan Cara Sederhana Mendapatkan Anak

 

9. Kekuatan Doa.

Banyak keluarga yang berhasil mendapatkan beberapa anak, tapi sayangnya semuanya laki laki atau semuanya perempuan. Ada yang sedemikian inginnya mendapatkan anak laki laki (atau perempuan), menyiapkan pakaian untuk anak lelaki (atau perempuan). Tapi toh tidak berhasil mendapatkan anak yang diinginkannya.

Bagi keluarga yang belum mendapatkan anak, sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Tuhan agar diberikan keturunan. Usahakan untuk berdoa sesering mungkin. Berdoa bersama sama dengan keluarga akan memperkuat doa kita.

Untuk mendapatkan anak, disarankan untuk tidak memaksakan untuk memilih jenis kelamin tertentu. Pasrahlah untuk menerima anak dengan jenis kelamin laki atau perempuan, yang diberikan oleh Tuhan. Fokusnya adalah memohon untuk diberikan seorang anak, terlepas dari jenis kelaminnya. Kuncinya, jangan ngotot dan memaksakan kehendak yang dikabulkan saja belum tentu, apalagi dengan syarat. Memohon kok maksa ya….?

10. Kekuatan Visualisasi.

Didalam buku The Secret karangan Rhonda Byrne ada disinggung tentang kekuatan visualisasi.

Sarannya: visualisasikan apa yang menjadi keinginan kita. Maka alam semesta akan membantu mengarahkan energi kearah apa yang diinginkan. Ini terkait juga dengan Hukum Daya Tarik (The Law of Attraction), dimana pikiran yang positif yang dilancarkan oleh rang akan mengundang hal hal yang positif juga untuk datang kembali ke dia.

Nah, didalam usaha untuk mendapatkan anak, anda bisa melakukan hal hal sederhana sebagai berikut:

 

  1. Carilah tempat yang tenang untuk bervisualisasi.
  2. Relakskan semua otot otot dan semua anggota tubuh, mulai dari ubun ubun sampai ke bagian bawah kaki. Pasrah dan santailah dan nikmati suasana tenang dan hening itu.
  3. Visualisasikan suasana dimana anda sedang menerima laporan dokter bahwa istri anda sudah hamil. Bayangkan bahwa kejadian itu betul betul NYATA terjadi. Jauhkan semua keraguan. Bayangkan kemudian perut istri anda semakin membesar. Akhirnya, bayangkan suasana tegang disaat anda menanti kelahiran anak pertama.  Dengarlah suara tangisnya yang memecah kesunyian disaat penantian. Tangisnya begitu indah, melengking. Pintu ruang kelahiran terbuka dan perawat memberitahu anda:” Anak anda telah lahir dengan sehat, laki laki (atau perempuan tergantung yang mana yang anda impikan)”.
  4. Rasakan kebahagiaan anda saat itu, libatkan faktor emosi anda.
  5. Bayangkan anda bersyukur kepada Tuhan atas karunianya.

Disarankan untuk mengulang terus visualisasi diatas sesering mungkin.

 11. Kisah Penemuan Cara Sederhana Mendapatkan Anak

Penulis menikah pada bulan Oktober tahun 1982. Pernikahan berjalan lancar, walaupun pada awalnya ada kendala dari pihak keluarga istri karena saya “orang luar”. Berdasarkan tradisi, keluarga istri dinikahkan dengan orang sesuku.

Bulan bulan berlalu sejak pesta pernikahan kami. Loh, kok istri saya belum hamil juga ya…..? Begitu pertanyaan muncul dibenak saya. Berbagai persepsi muncul: Apakah saya mandul? Apakah istri saya yang mandul? Atau kami berdua sama sama mandul? Sementara ada yang hamil sebelum nikah, kok istri saya belum hamil setelah menikah?

Saat itu kami tidak terlintas dipikiran untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah memang kemandulan adalah penyebab tidak hamilnya istri saya.

Setelah 3 bulan berlalu, saya mulai cemas. Masih tidak tampak gejala gejala kehamilan istri sama sekali.

Saat itu ada satu hal penting yang diberitahu oleh istri saya bahwa dia pernah beberapa kali terlambat menstruasi, tapi setelah beberapa hari, akhirnya mens-nya keluar lagi.

Ingin tahu apa reaksi istri saya setiap kali mens-nya keluar lagi? Dia merasa sangat kecewa, merasa gagal sebagai seorang istri karena tidak bisa memberikan anak kepada suami. Hal itu dipendamnya sendiri.  Rupanya dia merasa stres selama 3 bulan itu.

Maka mulailah saya menganalisa situasi dan kondisi kami. Kenapa mens datang lagi setelah terlambat beberapa hari? Biasanya mens-nya datang teratur.

Kenapa terjadi juga mens tanpa keterlambatan.

Beberapa indikasi  yang saya dapatkan:

  1. Istri saya keletihan karena harus berjalan kaki cukup jauh untuk kuliah. (Saya sangat disiplin alias kaku untuk tidak memakai mobil kantor untuk kepentingan pribadi, sehingga istri saya harus memakai kendaraan umum diteruskan dengan berjalan kaki.)
  2. Dia diliputi kekuatiran terus kalau kalau mens-nya datang lagi. Sugesti yang negatif ini malah mempersulit keadaan. Semakin lama stressnya terasa semakin tinggi, keluhannya semakin keras setiap kali mens-nya datang lagi. Dia juga terpengaruh cerita bahwa kalau tidak ada anak, suami cenderung akan nikah lagi. Waduuuh semakin runyam aja……
  3. Setelah mens- nya terlambat, kami masih “berhubungan” suami- istri seperti biasa. Dan menurut pengamatan kami, keluarnya mens lagi terjadi setelah berhubungan.
  4. Saat jalan jalan, mobil saya jalankan seperti biasa saja, terkadang lubang2 dijalan terlewati tanpa sempat memperlambat kendaraan.

Berdasarkan analisa awam seperti diatas, kami mengambil beberapa langkah untuk mencoba mengatasi masalah kami:

  1. Saya sewakan mobil untuk antar jemput istri ke dan dari kampusnya. Tujuannya jelas, supaya dia tidak kecapaian sehingga diharapkan akan mempermudah kehamilan.
  2. Saya coba menghibur dia dengan mengatakan bahwa: Apapun yang terjadi, dengan atau tanpa anak, saya tidak akan meninggalkan dia. Mumpung belum ada anak, anggap saja kita diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati honey moon panjang sampai kita merasa sangat puas. Semuanya pasrahkan saja kepada Tuhan. Kita harus bersyukur dengan apapun yang diberikan Tuhan.
  3. Begitu bulan ke 4 dia terlambat mens, maka mulailah saya “berpuasa”, tidak berhubungan selama 4 bulan. Loh kenapa 4 bulan? Menurut cerita orang2 tua, sampai 3 bulan itu, kehamilan masih sangat sensitif.

Jadi supaya aman, saya tambahkan “bonus” satu bulan lagi. Saking inginnya mendapatkan seorang bayi!

  1. Begitu istri terlambat mens, saya selalu berhati hati saat mengemudikan mobil, layaknya mobil yang ditempelin tanda gambar “Gelas” (hati hati, mudah pecah!). Goncangan keras bisa saja menyebabkan keguguran.

Ada metode yang belum saya jelaskan diatas, yaitu bagaimana supaya kemungkinan terlambatnya mens bisa lebih besar? Bagaimana memastikan bahwa sperma saya bisa bertemu dengan sel telur istri sehingga terjadi pembuahan?

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Penulis Buku Berpikir Tanpa Mikir ala MindWeb

Founder The MindWeb Way of Thinking

Professional Licensed Trainer (MWS International), 33 thn pengalaman dibidang managerial.

www.mindwebway.com

 

 

Leave A Response »