Komentator atau Motivator?

admin 08/07/2018 2
Komentator atau Motivator?
1
0

0
0
0

Komentator atau Motivator?

Oleh: Eka Wartana

Menarik sekali melihat perbedaan antara komentator Piala Dunia dan AFF.

Kemarin saya sempat menonton pertandingan sepak bola U19 AFF antara Indonesia melawan Vietnam. Setelah itu nonton Piala Dunia antara Swedia dan Inggris. Komentatornya menyuguhkan gaya yang berbeda.

Komentator AFF:

  • Memakai Bahasa Indonesia
  • Seringkali memberikan kalimat motivasi untuk para pemain
  • Kualitas komentarnya hanya sekitar menyebutkan nama nama pemain, jumlah penyelamatan yang dibuat oleh penjaga gawang, plus kalimat kalimat motivasi yang di ulang-ulang berbaur dengan doa.
  • Suaranya keras dan bernada tinggi, membuat auditory mendominasi visual.

 Komentator Piala Dunia

  • Berbahasa Inggris
  • Tanpa ada kalimat kalimat yang tidak relevant (motivasi untuk pemain, dll)
  • Selain menyebutkan nama nama pemain, gerakan gerakannya, juga memberikan informasi penting seperti latar belakang pemain dan team, strategi team, peristiwa terkait yang perlu diketahui oleh pemirsa televisi.
    • Suaranya normal dengan penekanan penekanan yang diperlukan, tanpa teriakan berlebihan. Komentatornya mengerti bahwa yang pemirsa inginkan terutama adalah menonton permainan (visual), sehingga tidak mendominasinya dengan auditory. Hanya pada event krusial nada suaranya meninggi.
    • Telingapun tidak terganggu oleh ocehannya.

Sulit dimengerti untuk apa kalimat kalimat motivasi yang ditujukan untuk pemain seperti: “Jangan menyerah…..jangan…..jangan…” yang di ulang ulang. Pemain sudah pasti tidak mendengarnya. Jadi untuk apa ya….?

Komentator mempunyai cara masing masing untuk mencari popularitas dan positioning. Jadi teringat dengan komentator Bapak Sambas yang semangat namun tetap professional. Beliau adalah komentator yang saya kagumi.

Pemirsapun bermacam-macam minatnya. Tentu banyak juga yang suka dengan gaya komentator seperti diatas. Terutama ketika nonton bareng….. (kecuali kalau nonton bareng pacar….?).

Kiranya kita patut menghargai pendapat yang berbeda, namun boleh dong menghargai komentator yang professional (tidak overacting)

Mereka itu Komentator atau Motivator atau Provokator…….?

Bagaimanapun berbedanya pendapat, kiranya ada pendapat yang sama, yaitu kemenangan Indonesia atas Vietnam. Semoga team U19 kita menjadi Juara AFF kali ini. Viva Indonesia!!!

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Professional Licensed Trainer (MWS International) with 33 yrs of managerial experience.

Founder The MindWeb Way of Thinking

Author Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking (English Edition), MindWeb (Indonesia & English Edition).

Training needs: eka.wartana@mindwebway.com, WA 081281811999

Book needs: WA 081281811999, Amazon.com, getscoop.com (ebook)

#berpikirtanpamikir #tothinkwithoutthinking #mindwebway #ekawartana #trainer #mindwebwayofthinking #visual #auditory #overacting #pialadunia #pialaaff #komentator #motivasi

2 Comments »

  1. Dina Wati 18/07/2018 at 11:48 am - Reply

    This writing is so great. It’s also very touching.
    It can inspire and motivate me to be better person
    So proud of the writer….
    Wishing next interesting writings can be published soon

    • admin 18/07/2018 at 12:28 pm - Reply

      Thank you so much for your great comments, dik Dina Wati.
      I feel happy if my article can be useful for my friends.
      The new article is already published in my Page.
      Wish you all the best, Dina

Leave A Response »