Tanpa Mayor Tanpa Minor

admin 17/07/2018 2
Tanpa Mayor Tanpa Minor
2
0

1
0
0

Tanpa Mayor Tanpa Minor

Oleh: Eka Wartana

Kalau tidak ada ‘Mayor” bagaimana bisa ada “LetKol” ya….? Kalau tidak ada “Minor”, bagaimana music bisa jadi indah ya…..?

“Kami berkorban untuk satu sama lain. Meski berbeda-beda (latar belakang dan warna kulit), kami tetap bersatu karena mengenakan dan membela negara yang sama. Ini adalah hal menakjubkan. Kami kuat karena bersatu……”

Itulah komentar Antoine Griezmann, striker timnas Perancis. Benar sekali, kunci kemenangan Perancis atas Kroasia dalam laga final Piala Dunia 2018: bersatu!

Sikap militant dan semangat yang tinggi dari tim Kroasia ternyata tidak cukup untuk mengalahkan teamwork yang didemonstrasikan oleh Perancis!

Tim Perancis menang telak karena bersatu dan (bersepatu yang sama warnanya) dengan tujuan yang sangat jelas: Juara Piala Dunia!

Yang menarik dari tim Perancis itu: sebagian besar pemainnya bukan berkulit putih. Di dalam kehidupan di Perancis, kulit berwarna adalah minoritas. Namun dalam timnasnya, mereka adalah mayoritas. Yang hebat: tidak ada masalah mayoritas – minoritas daam tim Perancis! Inilah kunci kemenangan mereka.  

Hidup Tanpa MaMi.

Pasti sedih hidup tanpa ibunda (MaMi). Sebaliknya kalau menjadi anak MaMi terus, kapan bisa mandiri…? Setelah dewasa, kiranya kita perlu hidup tanpa MaMi, tanpa MAyoritas, MInoritas.

“Dimanapun hidup di dunia ini, kita bisa menjadi mayoritas di satu tempat

 dan menjadi minoritas di tempat lain. Pantaskah orang merasa superior?”

(The MindWeb Way)

Yang mayoritas gak usah yor-yoran (jor-joran), yang minoritas gak usah minder-minderan.

Sayangnya di bidang politik, nilai sesuatu seringkali bisa dijungkirbalikkan. Bahkan pada kenyataannya ada kelompok minoritas (bukan dari sisi SARA, tapi ideologis) yang mampu mengacaukan situasi bangsa. Mereka itu ibaratkan setetes tuba yang mampu merusak susu sebelanga……

Kelompok minor (dan ‘menor’) itu mampu menggerakkan banyak orang untuk menghancurkan persatuan bangsa. Hal ini menimbulkan keraguan, sebenarnya mereka itu berjuang untuk siapa atau untuk apa ya….?  

Dari sisi ekonomi juga serupa. Kelompok minoritas seringkali malah lebih berkuasa. Kita lihat sekelompok kecil orang kaya yang mampu menentukan nasib orang banyak. Menurut Lembaga Oxfam, 1% orang kaya Indonesia menguasai 49% kekayaan. Minoritas yang 1% itu bisa mengendalikan nasib mayoritas…….

Alangkah indahnya jika para MAMI (Mayoritas, Minoritas dari berbagai sudut pandang) bersatu untuk kesejahteraan bangsa dan negara kita: INDONESIA!.

Ayo kita hidup tanpa MaMi: Mayoritas – Minoritas….apalagi MaMi: MAlas MIkir….Mendingan jadi TaMi: Tanpa Mikir…..!

Eka Wartana

Professional Licensed Trainer (MWS International) with 33 yrs of managerial experience.

Founder The MindWeb Way of Thinking

Author Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking (English Edition), MindWeb (Indonesia & English Edition).

Training needs: eka.wartana@mindwebway.com, WA 081281811999

Book needs: WA 081281811999, Amazon.com, getscoop.com (ebook)

#berpikirtanpamikir #tothinkwithoutthinking #mindwebway #ekawartana #trainer #mindwebwayofthinking #mayoritas #minoritas #pialadunia #dominasi #mami #perancis #kroasia #indonesia #

2 Comments »

  1. Dina Wati Veronika Napitupulu 20/07/2018 at 4:56 pm - Reply

    It’s so awesome.
    I’m not bored to keep reading this interesting writing.
    It can make up my mind set about someting.
    The writer is an adorable person.
    I really like this article. It’s different mindset from others.

    • admin 20/07/2018 at 8:15 pm - Reply

      Thank you again for your very nice comments, Dina.
      Glad to hear that you can learn something from that article.
      Have a great week end, Dina

Leave A Response »