Kenapa Membenci Orangnya?

admin 02/05/2019 0
Kenapa  Membenci Orangnya?
1
0

1
0
0

Kenapa  Membenci Orangnya?

Oleh: Eka Wartana

Ketika masih kecil saya masih ingat ketika Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia. Begitu hebatnya saling perang kata antara Presiden Soekarno dan PM Malaysia Tengku Abdulrahman.

Yang mengejutkan, ketika mereka berjumpa, mereka begitu akrab saling berbincang. Apa yang terlintas dari peristiwa itu? Jiwa besar dari kedua pemimpin bangsa itu! Secara politis mereka saling berperang. Tapi keduanya tidak menyerang pribadi masing masing.

Berbeda dengan beberapa oknum politikus yang sangat gemar menyerang pribadi lawan politiknya. Rasa sentimen menguasai nafsunya. (untung cuma senti-men, bagaimana kalau desi-men, apalagi meter-men…? #iseng). Hal itu jelas sekali menggambarkan kekerdilan jiwanya. Pantaskan orang seperti itu menjadi pemimpin? (mungkin pantas juga….tapi menjadi pemimpin preman? #iseng)

Pada kenyataannya, masih banyak sekali orang yang ketika marah kepada seseorang, membenci orangnya, bukan perbuatannya. Katakanlah orang itu memang bersalah, apakah tidak ada kemungkinan nantinya dia insyaf dan menjadi baik. Tiadakah maaf baginya? Orang itu sebenarnya adalah subjek yang dijadikan objek.

Orang bijak mengatakan bahwa “Jangan membenci orangnya, tapi bencilah perbuatannya”.

Kalimat itu memicu inspirasi MindWeb Way:”Dengan membenci perbuatannya, bukan orangnya, kita akan terbebas dari godaan membalas dendam…..” (Resep anti balas dendam ala MindWeb Way)

Kenapa sebaiknya tidak membenci….?

  • Orang itu membenci mahluk ciptaan Tuhan (wuiiiih, filosofis sekali……!). Berani membenci ciptaan Tuhan? (sadarlah wahai orang orang….termasuk saya sendiri, …he he he)
  • Salah-benar itu relative. Menurut kita salah, bisa jadi benar menurut orang lain? “The map is not the territory”, kata salah satu presuposisi NLP (Neuro Linguistic Programming). Ada kemungkinan orang itu memang salah. Tapi mungkin dia tidak sadar akan kesalahannya? (masih untung dianya tidak sadar aja, belum pingsan….)
  • Terlepas dari salah atau benar, bisa jadi sikap orang itu memberi manfaat buat kita. Dalam setiap peristiwa buruk sekalipun, pasti ada manfaatnya. Kalau orang memaki kita, anggap saja dia melatih kita meningkatkan ketangguhan kita (AQ: Adversity Quotient).
  • “Senjata” paling ampuh untuk melawan benci adalah ‘cinta’ (kasih sayang). Kalau itu sulit, minimal netralkanlah perasaan.

 

Seperti kata Martin Luther King, Jr: “Darkness cannot drive out darknessonly light can do that. Hate cannot drive out hate; only love can do that..” (Kegelapan tidak bisa dihilangkan dengan kegelapan. Hanya sinar yang dapat menghilangkan kegelapan…..Kebencian tidak dapat dihilangkan dengan kebencian. Hanya cinta yang dapat menghapus kebencian.)

Kalau kita yang dibenci….?

Yuk kita telusuri kembali tentang membenci ini. Apa sebabnya kita marah atau benci? Biasanya karena hati kita disakiti, kita difitnah, kita dikhianati. Itu adalah reaksi yang manusiawi. Tapi…masih ada “tapi”nya, manusiawi yang bagaimana kita ini?

Sesungguhnya kita mempunyai kuasa untuk memegang kendali atas reaksi kita. Marah, benci itu adalah reaksi emosional, yang mudah diatasi dengan memakai logika.

Beberapa kali saya difitnah dan dijelek-jelekkan (padahal saya sebenarnya gak jelek-jelek amat sih….he he he) orang. Tapi sikap saya tidak berubah. Teman malah berkomentar:”Orang itu kan tidak suka kamu dan memfitnah kamu, kok kamu mau berbaik hati dengan dia?”. (Entah ini Namanya baik atau bodoh ya….? Dalam hati:”Biarkan Tuhan yang menghukum ataupun tidak menghukum dia”.)

Yuk kita simak apa kata Mahatma Gandhi ini:

Nobody can hurt you without your permission” (Tak seorangpun bisa menyakiti Anda tanpa seijin Anda)

Kalau kita merasa sakit hati, ya salah sendiri, kok mau…… #ngomong sih gampang

 

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Professional Licensed Trainer (MWS Int) dengan 33 thn pengalaman managerial.

Founder: The MindWeb Way of Thinking, To Think Without Thinking

Author: To Think Without Thinking (English Edition), Berpikir Tanpa Mikir (Indonesian Edition), MindWeb- A New Way of Thinking (English dan Indonesian)

 

Website: www.mindwebway.com, FB: www.facebook.com/eka.wartana.5

IG: www.instagram.com/eka.wartana/

 

Training, Book Order: eka.wartana@mindwebway.com

 

#tothinkwithoutthinking #berpikirtanpamikir #mindwebway #mindweb #ekawartana

#trainer #training #emosi #logika #benci #cinta #balasdendam

 

 

 

 

 

Leave A Response »