Menyelesaikan atau Mencegah Masalah

admin 30/04/2020 0
Menyelesaikan atau Mencegah Masalah
2
0

0
0
0

Menyelesaikan atau Mencegah Masalah?

Oleh: Eka Wartana

Seorang atasan akan merasa senang sekali ketika ada karyawan yang mampu menyelesaikan masalah yang timbul di dalam perusahaan. Karyawan tersebut akan memperoleh penghargaan ataupun kenaikan gaji, atau promosi.

Apa yang diperoleh seorang karyawan yang berhasil mencegah terjadinya masalah? Nothing! Kenapa? Karena perusahaan belum mengalami kerugian atau permasalahan. Kinerja karyawan ini tidak terlihat. Karenanya dia tidak memperoleh apresiasi apa apa.

Padahal dengan tindakan proactive dan preventive yang dia lakukan, masalah tidak terjadi. Nah, kalau tidak ada masalah, tentunya tidak ada keperluan untuk menyelesaikan masalah, bukan?

Dengan mencegah terjadinya masalah, perusahaan bisa menghemat banyak biaya waktu dan energi.

Dari semua karyawan di perusahaan, lebih banyak karyawan yang mampu menyelesaikan masalah dari pada yang mampu mencegah terjadinya masalah. Tapi yang paling banyak nampaknya, adalah karyawan yang tidak mampu menyelesaikan masalah.

Dengan tidak adanya apresiasi untuk pencegahan ini, karyawan tidak terdorong untuk melakukan proactive. Orang akan cenderung untuk bersikap apatis.

Saya sendiri beberapa melakukan tindakan proactive dan preventive sehingga bisa mencegah kerugian besar bagi perusahaan. Tapi karena kerugian belum terjadi, ya sudah. Tidak ada apresiasi, tak ada ucapan terima kasih. Masalahkah buat saya? Tidak! Sebagai seorang professional, kita harus melihat hal seperti itu sebagai aktualisasi diri.

Pembelajarannya:

Setiap karyawan sudah seharusnya menjaga sikap professional-nya dan terus melakukan terobosan terobosan untuk memajukan perusahaan tempat dia bekerja.

Perusahaan sudah memberikan nafkah buat dia dan keluarganya, memberikan training training, ilmu dan pengalaman yang sangat berharga. Banyak karyawan yang lupa atau tidak sadar akan hal ini.

Kita lakukan yang terbaik, bukan untuk mencari nama, tapi untuk pembuktian diri, bahwa kita mampu menghasilkan yang terbaik.

 

Salam Berpikir Tanpa Mikir,

Eka Wartana

Professional Licensed Trainer (MWS International) with 33 yrs of managerial experience.

Founder, Master Trainer, The MindWeb Way of Thinking

 

Author Berpikir Tanpa Mikir, To Think Without Thinking (English Edition), MindWeb (Indonesian & English Edition).

Training needs: eka.wartana@mindwebway.com, WA 081281811999

Book needs: WA 081281811999, Amazon.com, getscoop.com (ebook)

 

#berpikirtanpamikir  #tothinkwithoutthinking  #mindwebway  #ekawartana  #trainer #mindwebwayofthinking  #apresiasi  #proactive  #preventive  #masalah  #professional  #mencegah  #menyelesaikan

 

Leave A Response »