Penipuan: Mengapa Orang Mudah Tertipu?

admin 06/08/2014 0
3
2

5
1
1

Psikologi Penipuan: Mengapa Orang Mudah Tertipu?

Smart Emotion Radiotalk Tgl 06 Agustus 2014

Oleh: Anthony Dio Martin

 Ada arisan berantai, ada email yang menawarkan pembagian warisan, ada telpon darurat yang minta respon cepat karena keluarga ada yang mengalami kecelakaan.

Ada pula yang dalam bentuk mengemis, ataupun pengumuman mendapatkan undian berhadiah, dan masih banyak lagi. Prakteknya pun dilakukan dimana-mana.

Celakanya, selalu kita perhatikan ada saja yang menjadi korbannya. Makin ke depan, tekniknya pun akan semakin canggih.

 Yang membuat prihatin adalah justru korbannya adalah orang-orang miskin, yang sebenarnya sedang kesulitan keuangan. Merekalah yang kemudian ditipu mentah-mentah. Tapi terkadang kita juga melihat, banyak orang berduit dan pengusaha yang berpendidikan pun kadang juga tertipu. Nah, mengapa sih begitu mudah ditipu?

 “Pernahkah Anda ditipu orang? Bagaimanakah modus operandinya?”

  Bagaimanakah tipikal orang yang mudah tertipu?

Yuk Ikutin TESTnya:

1) Apakah Anda termasuk orang yang kalau belanja dan melakukan sesuatu, dan kalau sudah dipuji seringkali mudah lupa diri dan melakukan apapun untuk menyenangkan yang memuji?

 Ciri 1: Egonya tinggikalau belanja, gengsinya tinggi. Sedikit diangkat dan dihargai, egonya melambung. Sehingga mudah jadi bulan-bulanan.

Kasus: Ada seorang rekan, yang kalau dipuji sedikit aja, suka melakukan traktiran!

 2) Apakah Anda termasuk orang yang kalau sudah bingung, panik mudah melakukan hal-hal yang disuruh tanpa memikirkan logikanya lagi?

 Ciri 2: Panik dan logika nggak jalan: orang yang mudah panik sehingga tidak lagi berpikir dengan jernih, akibatnya mudah dikondisikan.

Kasus: Dapat telponan kalau suami mendapatkan kecelakaan dan masuk RS, jadi harus langsung dioperasi. Nah, untuk operasi butuh dana yang harus ditransferkan. Terkadang kita selalu kehabisan logika untuk berpikir sebelum bertindak.

 3) Apakah Anda termasuk orang yang kalau sudah dapat untung, seringkali nggak bisa menahan diri dan berhenti meskipun tahu keuntungannya nggak masuk akal dan terus bernafsu untuk dapat lebih banyak lagi?   

 Ciri 3: Serakah dan Pelitsering tidak mau mensedekahkan uangnya dan tidak mau berbagi, tapi maunya untung terus-menerus. Malah akhirnya ditipu!

Kasus: Ikut acara money game. Awalnya dari Rp 10 jt terus dapat Rp 13 jt lalu disertakan semua uangnya sehingga nggak ada tersisa.

 4) Apakah Anda termasuk orang yang kalau sudah merasa iba dan kasihan, seringkali tidak menggunakan kewaspadaan untuk meneliti, meskipun tampaknya tidak masuk akal?

 Ciri 4: Mudah merasa iba tapi nggak waspadaseringkali mudah terbawa emosi haru apalagi melihat orang yang kekurangan, tetapi tidak menggunakan logika saat membantu

 5) Apakah Anda termasuk orang yang kadangkala sudah melihat gelagat kurang baik dan mencium ada yang nggak beres, namun nggak berani berkomentar karena merasa nggak enak hati?

 Ciri 5: Kurang berani berterus terang dan blak-blakanada orang yang tahu sebenarnya ada kemungkinan akan ditipu tapi membiarkan dirinya ditipu karena merasa nggak enak hati

Kasus: Ditipu partner usaha, awalnya ada perjanjian akan berbagi profit. Tapi setelah bisnis jalan, profit itu mulai dikurangi ini dan itu, yang ternyata tidak masuk akal. Tidak ada laporan sama sekali. Dia merasa nggak suka dengan kondisi itu, tapi nggak berani terus terang mengatakan.

 Apakah PSIKOLOGI PENIPUAN yang digunakan para penipu?

Beberapa teknik berulang-ulangCOOL BUTTON” yang digunakan para penipu:

  1. Keuntungan Berlipat Ganda (disinilah keserakahan muncul, sehingga nggak waspada lagi, mis: email kenalan terus minta kiriman uang)
  2. Keinginan Segera Bebas dari Masalah (misal: ingin mendapat pekerjaan segera, maka disuruh menyetor uang). Biasanya ketika kita ingin bebas dari masalah terutama masalah ekonomi, logika seringkali tidak jalan, dan dengan mudahnya terkena tipuan-tipuan yang diiming-imingi uang.
  3. Kesenangan Yang Berlebihan (happy karena pulang ke tanah air, lupa bahwa dirinya bisa ditipu: kasus TKI yang ditipu uangnya dan diambil dgn dikasih minum air putih)
  4. Harapan dan Keinginan Seperti Yang Lainnya (mis.Ingin segera menikah, sehingga mudah ditipu dalam pacaran terutama lewat media sosial)
  5. Rasa Kasihan yang berlebihan (mis. pengemis yg menggendong bayi)
  6. Tidak Mau Capek dan Tak Mau Repot Mencari Informasi. Ketidaktahuan dan Kebodohan (kebohongan soal pembelian online, pembelian produk tertentu)

Bagaimana Tips Tidak Mudah Tertipu?

    1. Mind set: Jangan mudah percayaapalagi (1) too good to be true, (2) orang yang tidak kita kenal sama sekali; (3) lembaga yang tidak dikenal kredibilitasnya.
    2. Jangan langsung merespon (reaktif)amygdala sedang terbajak! Mis: ada penawaran di mall, kasih hadiah gratis tapi harus beli ini itu, jangan langsung respon!
    3. Ask Second Opiniontanyakan pendapat dan pandangan orang! Kadang mereka bisa lebih jernih dalam melihat sesuatu!
    4. Cari Informasi Tambahankalau perlu tanyakan dan kumpulkan informasinya (di internet, dll)
    5. Cek Latar Belakang Pihak Lainjika perlu minta referensi, latar belakangnya.
    6. Jangan Sungkan Bertanya (apalagi kalau merasa ada yang nggak beres): malu bertanya sesat dijalan, malu bicara ditipu orang! Lebih baik dibilang reseh, daripada berusaha dibilang baik tapi ujung ujungnya kita kena tipu!
    7. Test Sederhana: Ada bedanya yang mau menipu dan menolong! Yang menipu, nggak mau berkorban, nggak mau ngirim hadiahnya dulu, nggak mau kasih informasi! Jadi tes aja dengan meminta dia menyebutkan informasi tambahan, minta dia kirimkan dananya dulu, barangnya dulu. Kalau dia bertele-tele dan panjang… hmmm…. patas diragukan itikat baiknya.

 

INFORMASI PENTING:

JADILAH BAGIAN DARI SUCCESSFUL BUSINESS LEADERS KARENA MEMILIKI SISTEM & TOOLS YANG APLIKATIF INI!

IKUTI WORKSHOP KEPEMIMPINAN TERAPLIKATIF DI INDONESIA DARI SEORANG MASTER EQ INDONESIA DAN CERTIFIED EQ

 Semua hal tentang ide ‘Pengembangan Orang’ yang menjadi Kompetensi Kepemimpinan dipelajari disini!

(5 Level Leadership John Maxwell, MBTI, Grassroot Leadership, Performance Analysis Robert Mager – Peter Pike, Excellency Interaction Process, Leadership Deception Arbinger Institute)

 WORKSHOP

“Excellency Coaching & Counseling for LEADERS”

(Developing Our People)

Hotel Santika, 22-23 September 2014

 Informasi dan Pendaftaran: 021-3518505

 

Leave A Response »